Selama Tahun 2023, Kecamatan Labuan Paling Banyak Penderita DBD

- 5 Januari 2024, 18:09 WIB
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue.
Nyamuk Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue. /Pixabay/

Trust Banten - Sepanjang tahun 2023, angka pasien yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pandeglang tercatat cukup tinggi. Selama tahun 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mencatat sedikitnya ada 463 kasus penderita DBD.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Kabupaten Pandeglang, Dian Handayani menjelaskan, lonjakan kasus DBD saat itu terjadi selama satu bulan yakni pada bulan Desember 2023 dengan 100 kasus.

"Selama rentang waktu Januari hingga November 2023, kita mencatat ada 363 kasus DBD di Kabupaten Pandeglang. Puncaknya terjadi pada bulan Desember 2023 lalu yang mencapai 100 kasus. Jadi hanya dalam hitungan satu bulan lonjakan itu terjadi," jelas Dian Handayani kepada wartawan pada Jumat, 5 Januari 2024.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Antisipasi Tren Peningkatan Kasus Covid-19

Dia mengatakan, penyakit DBD yang diakibatkan virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti itu biasanya terjadi akibat kondisi lingkungan atau tempat tinggal penderita yang kurang bersih dari genangan-genangan air.

"Kita ketahui penyebab DBD itu memang virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti, dan nyamuk jenis ini biasanya berkembang biaknya di tempat-tempat yang ada genangan air serta tidak langsung menempel ke tanah. Seperti ban bekas, botol bekas air mineral atau tempat-tempat yang bisa menampung air lainnya," tambahnya.

Menurut Dian Handayani, ada sejumlah wilayah di Pandeglang yang selalu menjadi "menyumbang" pasien DBD. Pada tahun 2023, wilayah tersebut jumlah pasien DBD di wilayah itu mencapai puluhan orang.

Baca Juga: Kenali Ciri Bakal Terjadinya Gempa yang Berpotensi Tsunami, Salah Satunya Berdasarkan Kearifan Lokal

"Kasus DBD yang paling tinggi pada tahun lalu itu terjadi di wilayah Kecamatan Labuan yang mencapai 82 kasus. Kemudian Cikedal sebanyak 52 kasus, Majasari 46 kasus, Saketi 38 kasus dan Kecamatan Kaduhejo 34 kasus," terangnya.

Halaman:

Editor: Rukman Nurhalim Mamora


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah