DPK Provinsi Banten, Balad Mustafa dan ASKI Gelar Diskusi Kopi dan Workshop Barista

- 16 Mei 2024, 06:02 WIB
Pelatihan barista dan diskusi Buku Pintar Kopi  di DPK Provinsi Banten.
Pelatihan barista dan diskusi Buku Pintar Kopi di DPK Provinsi Banten. /Liem Mamora/

Trust Banten - Untuk meningkatkan literasi kopi di kalangan anak-anak muda, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau DPK Provinsi Banten dan Balad Mustafa serta Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Provinsi Banten menggelar pelatihan barista dan diskusi Buku Pintar Kopi pada Rabu, 15 Mei 2024.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Banten Book Fair 2024 dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional (Harbuknas) tahun 2024 dengan menghadirkan empat pemateri ahli yakni, penulis Buku Pintar Kopi Edi Panggabean, Ketua ASKI Provinsi Banten Sri Lindi, Owner Rumah Kopi Griya Sugiyono dan Trainer Barista BNSP Sigit Pramono, .

Kepala Bidang Perpustakaan di DPK Provinsi Banten, Evi Syaefudin menjelaskan, dalam sejarahnya masyarakat Banten sudah mengenal kopi jauh sebelum Kesultanan Banten berdiri. Bahkan pada masa itu, kopi menjadi komoditas kedua setelah lada yang banyak dicari para pedagang dari Eropa.

Baca Juga: Perguruan Tinggi di Tangerang Bertambah, Tanri Abeng University Buka Kampus di Citra Raya

“Perjalanan kopi yang panjang tersebut kemudian tenggelam. Kopi tak lagi menjadi penghasilan utama masyarakat Banten. Saat ini, menjamurnya kedai-kedai kopi membuat komoditas kopi naik kelas kembali. Ini yang kemudian melatarbelakangi diskusi dan pelatihan Barista, bahwa ketika tren kopi naik kembali maka yang harus disiapkan adalah SDM (Sumber Daya Manusia, red)-nya,” ungkap Evi.

Evi berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat, baik untuk peserta pelatihan maupun pengunjung Banten Book Fair 2024. Hal senada diungkapkan Ketua ASKI Banten, Sri Linda. Sebagai sebuah organisasi pecinta kopi, kata Linda, ASKI memiliki visi dan misi untuk melakukan pendampingan, dari mulai petani kopi hingga Barista sebagai peracik dan penyaji kopi.

Baca Juga: Masyarakat, Akademisi serta Pelajar di Kota Tangsel Ikuti Pengembangan Budaya Literasi

Linda memaparkan, pendampingan sektor ini harus dilakukan mulai dari hulu hingga ke hilir. ASKI, memiliki kewajiban untuk melakukan peningkatan SDM, baik di tingkat petani maupun saat kopi sudah berada di kedai-kedai kopi. Selain itu sambungnya, ASKI harus memastikan bahwa kebutuhan kopi untuk anggotanya tercukupi.

“Dalam peningkatan SDM, ASKI membuka diri untuk bekerjasama dengan siapapun untuk meningkatkan SDM, termasuk pemerintah. Kita memberikan pancing atau jala agar sinergi hulu dan hilir jalan. SDM itu penting, agar terjadi ketersambungan dari hulu hingga hilir," paparnya.***

Editor: Rukman Nurhalim Mamora


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah