Penuhi Undangan PKS Pandeglang, Uday Suhada: Tugas Pemimpin itu Merangkul

- 15 Mei 2024, 20:10 WIB
Bakal calon Bupati Pandeglang, uday Suhada saat mengunjungi PKS
Bakal calon Bupati Pandeglang, uday Suhada saat mengunjungi PKS /

Trust Banten - Aktivis antikorupsi Uday Suhada yang didorong menjadi calon bupati Pandeglang terus menjalin silaturahmi dengan berbagai komponen.

Salah satunya memenuhi undangan dari pengurus DPD PKS Pandeglang disambut oleh para fungsionaris dan kader PKS pada Rabu, 15 Mei 2024.

Ditemui usai acara, Uday menjelaskan dalam pertemuan itu membahas berbagai persoalan yang dihadapi warga Pandeglang saat ini.

Baca Juga: HIPMI Kabupaten Pandeglang Nilai Duet Rifky Hermiansyah-Ananda Trianh Salichan Paling Ideal

"Masalah di Pandeglang masih berkutat pada kebutuhan dasar, yakni buruknya infrastruktur jalan, masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dan persoalan ekonomi di perdesaan. Jadi siapapun yang memimpin Pandeglang kedepan, harus bekerja keras. Maka diperlukan kolaborasi antar komponen masyarakat, termasuk para kader partai politik," kata Uday.

Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) ini mengungkapkan alasannya memenuhi undangan tersebut salah satu tugas pemimpin itu adalah merangkul semua elemen masyarakat, tak terkecuali PKS ini.

"Apa yang kami diskusikan sekitar dua jam tadi adalah sharing gagasan untuk mencari solusi bersama, sebab yang dipertaruhkan adalah satu juta jiwa lebih rakyat Pandeglang," tegas Uday.

Baca Juga: Bertentangan dengan UUD 1945 dan UU Pers, JMSI Tolak RUU Penyiaran

Bahkan Uday yang juga sebagai Koordinator Presidium Koalisi Masyarakat Sipil Banten (KMSB) ini mengungkapkan keprihatinannya atas data yang ditemukannya, bahwa ternyata sejak Februari 2024, pemkab Pandeglang telah menaikkan retribusi kesehatan di Puskesmas dari Rp.6000 menjadi Rp.12.000, dengan tujuan untuk mendongkrak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Dari dulu retribusi kesehatan menjadi penyumbang PAD terbesar di Pandeglang. Apalagi sekarang beban rakyat semakin besar. Bagi saya, ini nyata telah melukai hati rakyat kecil. Sebab rakyat sakit itu sejatinya menjadi tanggung jawab negara untuk sehat." tukasnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rizki Suhaedi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah